Dina dari Bandung Mahasiswa & Karyawan ID Ym /friendster : dina043
.: SilaturahiM :.
Thursday, September 15, 2005
-Kepedulian-
Berambut pendek, bercelana jeans, gaya jalannya gagah,Orang-orang sudah bisa menilai bahwa temen saya itu tomboy. Walaupun orangnya seperti itu, ke mesjidnya rajin, sholat wajib dan sunnah pun dikerjakan. Kadang saya sendiri malu, beliau ini begitu perhatiannya terhadap lingkungannya, ketika ada salah seorang pengurus mesjid di kantor kami sakit, beliau langsung menanyakan tempat yang sakit itu dimana, beliau berencana mau menjenguknya. Subhanallah…., walaupun beliau tidak terlalu mengenal pengurus mesjid itu, tapi ketika ada saudaranya sakit, dia berkewajiban untuk menjenguknya. Berkenaan dengan orang sakit, jadi teringat kisah Rasulullah yang begitu perhatiannya dengan orang sekitarnya, walaupun orang itu selalu melecehkannya. “ Dulu seorang kafir selalu meludahi Rasul apabila lewat di hadapannya, tapi suatu ketika orang kafir tersebut tidak ada ditempatnya dan setelah ditanyakan ternyata si kafir itu sakit. Rasul sang suri tauladan itu pun menjenguknya, dan menanyakan kabarnya. Begitu malunya orang kafir itu, orang yang telah dilecehkannya adalah orang yang pertama kali menjenguknya, sedangkan temen2nya sesama kafir, tidak ada yang menjenguknya. Karena perhatian Rasul sebegitu besarnya pada dirinya,langsung saja orang kafir itu menyatakan masuk islam “
Nb :
Mukmin yang satu dengan yang mukmin yang lain, ibarat satu tubuh, jika salah satu bagian sakit, maka yang lainnya juga sakit. (Ya Allah betapa diri ini masih belum berbuat banyak untuk saudaraku. )
Berhusnudzon terlebih dahulu terhadap penampilan seseorang, karena bisa saja orang itu lebih baik dari kita.
Rasulullah Saw bersabda: “Cepat-cepatlah kalian dengan amal yang baik. Maka engkau akan mendapati adanya fitnah (kesesatan) laksana malam yang gelap. Yang seseorang pada pagi hari menjadi orang yang beriman, tetapi pada sore hari menjadi kafir. Dan pada sore hari menjadi orang yang beriman, tetapi pada pagi harinya menjadi orang yang kafir, yang menjual agamanya dengan harta keduniaan.” (HR. Muslim).
"Seseorang didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan ke neraka. Usus-ususnya terburai di neraka lalu dia berputar-putar seperti keledai yang berputar di batu penggilingnya. Para penghuni neraka berkumpul di sekelilingnya, seraya bertanya, 'Hai Fulan, bagaimana keadaanmu? Bukankah engkau dahulu menyuruh kami kepada yang ma'ruf dan mencegah kami dari yang mungkar?' Dia menjawab, 'Memang begitulah, sesungguhnya aku dahulu menyuruh kalian kepada yang ma'ruf namun aku justru tidak mengamalkannya, dan aku melarang kalian dari yang mungkar namun aku justru mengamalkannya.'" (HR. Bukhari)
Sahabatku, sudah bertahun-tahun kita hidup, tetapi masih saja ada diantara kita yang tidak merasakan kasih sayang Allah. Mereka berkata: Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah usia 40 tahun gini saya belum mendapatkan jodoh. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah ratusan lamaran kerja saya kirim tapi satu pun belum ada yang di terima. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah sepuluh tahun saya berkeluarga belum juga punya anak. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah lima kali saya ikut ujian masuk perguruan tinggi tapi satu pun tak ada yang lolos. Ahh, mana buktinya Allah sayang pada saya, sudah tiga kali proposal taaruf saya ditolak oleh akhwat…
Mereka menyangka bahwa ukuran kasih sayang Allah hanya pada hal-hal itu saja. Mengapa mereka tidak berpikir, ketika mereka tumbuh dewasa siapakah yang memberinya hidup? Siapakah yang memberinya makan dan minum? Mengapa mereka tidak berpikir tentang udara yang selalu mereka hirup setiap hari? Mengapa mereka tidak berpikir tentang mata mereka yang dapat berkedip? Mengapa mereka tidak berpikir tentang kelima indera mereka yang dapat berfungsi dengan baik? Mengapa mereka tidak berpikir tentang bumi yang mereka diami ini, yang lapisan kulitnya sangat tipis, yang di bawahnya ada magma yang sedang bergolak-golak, bukankah jika Dia kehendaki Dia dapat meletuskannya hingga menembus lapisan kulit itu? Mengapa mereka tidak berpikir tentang benda-benda langit yang bisa saling berbenturan lalu menghantam bumi, jika Dia menghendaki? Kita hidup di tengah-tengah tempat yang sangat rawan dari bencana, tapi karena kasih sayang Allah semuanya itu tidak terjadi. Mengapa mereka tidak berpikir?!
Lihatlah! Rasakanlah! Betapa kebaikan Allah tersebar dimana-mana, mulai dari semut, cacing tanah, hingga gajah. Tetapi mengapa sebagian dari kita menganggap terlepasnya satu nikmat menandakan Allah tidak sayang padanya? Dikemanakan jutaaaannnnnnnnnn nikmat-Nya yang lain??
Siti Aisyah pernah di datangi seorang wanita. Wanita itu mengeluhkan "kekerasan hatinya". Dia menanyakan bagaimana cara melunakkan hati yang keras itu. Lalu Siti Aisyah memberikan resepnya, agar wanita itu memperbanyak mengingat kematian.
Subhanallah! Resep itu sangat manjur. Beberapa hari kemudian wanita itu datang kembali menghadap Aisyah dengan mengucapkan terima kasih atas sarannya itu.
Demikian sepetik kisah yang bermanfaat dari Aisyah-Ummul Mukminin. Hendaknya kita mengambil pelajaran darinya. Bagi siapa saja yang kini sedang gelisah, sedang bersedih, takut kepada manusia, jauh dari Allah, maka ingatlah kematian. Ingatlah bahwa dunia ini tempat kegelisahan, kesedihan, dan kekalutan. Semua itu akan ada akhirnya karena dunia bersifat sementara. Setelah malam akan datang siang, setelah sakit akan datang kesembuhan. Hanya kematianlah yang membatasi hidup kita semua. Dan ia adalah pemisah antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir, munafik dan fasik.
Sadarlah bahwa kematian itu adalah kiamat kecil bagi seorang anak manusia. Dan kiamat besar itu adalah hancurnya seluruh alam semesta. Allah tegaskan bahwa hal itu akan datang tiba-tiba dan sangat dekat waktunya. Ketahuilah, bahwa Allah telah memberi tanda-tanda kedatangannya kepada kita. Salah satunya berupa bencana alam yang kian hari, kian bulan, kian tahun semakin kuat intensitasnya.
Bencana alam, yang tidak dapat dicegah menggunakan sarana teknologi atau tindakan penanggulangan dini, menunjukkan betapa tak berdaya manusia sesungguhnya.
Dari abad ke-20, yang ditengarai sebagai "abad bencana alam", hingga kini, telah terjadi sejumlah bencana alam besar seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin tornado, badai, angin topan, angin puyuh, dan banjir, disamping tsunami, dan semua ini telah menimpakan kerusakan parah dan merenggut nyawa jutaan manusia. Ketika seseorang memikirkan fenomena luar biasa ini, dapat dipahami bahwa hal ini memiliki kemiripan dengan fenomena alam yang dinyatakan sebagai pertanda masa awal dari Zaman Akhir.
Menurut apa yang dinyatakan dalam hadits, Zaman Akhir adalah suatu masa yang akan datang menjelang terjadinya hari kiamat, dan ketika nilai-nilai Al Qur'an tersebar luas ke masyarakat. Zaman Akhir adalah di kala manusia menjauhkan diri dari nilai-nilai ajaran agama, ketika peperangan semakin meningkat, dan fenomena alam luar biasa terjadi.
Demikianlah, di dalam sejumlah hadits, kota-kota dan bangsa-bangsa yang dilenyapkan dari lembaran sejarah dikabarkan sebagai tanda-tanda Zaman Akhir. Dalam hadits-hadits yang mengupas masalah tersebut Nabi kita menyatakan:
"Saat (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi menjadi sering terjadi." (Bukhari)
"Peristiwa-peristiwa besar akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 27)
Ada dua peristiwa besar sebelum hari Kiamat ... dan kemudian tahun-tahun gempa bumi. (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah (r.a.))
"Banyak peristiwa yang begitu menyedihkan akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Imam Rabbani, Letters of Rabbani, 2/258)
Jika perhatikan keterangan di atas, maka kita saksikan hal itu memang terjadi pada saat ini. Sudah saatnya kita bersiap diri menyambutnya, dengan banyak beramal sebelum amal tidak lagi berguna ketika lonceng kiamat berbunyi.
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba yang mengingat maut. Dan dengannya kami persiapkan bekal untuk hari kemudian. Amin!
Penyesalan kadang datang kemudian
"ah, kenapa dulu ga belajar dengan baik "
"ah, kenapa dulu ga suka ngaji"
"ah, kenapa dulu ga bla........bla.......bla..."
kata2 diatas terucap dari lisan kita
ketika kita menyesali sesuatu
Yang berlalu sudahlah berlalu
kita jadikan pelajaran supaya tidak terulang lagi
kita jadikan cambuk untuk senantiasa memperbaiki diri
kalo masih ada waktu, tidak ada salahnya
memperbaiki yang perlu diperbaiki
Saudaraku, di dunia kita masih ada waktu untuk memperbaiki
tapi ketika kita sudah dipanggilNya
walaupun kita mengatakan
"Ya Allah, kembalikan aku ke dunia, supaya aku bisa memperbaiki kesalahan2ku"
Ingatlah Saudaraku, tidak ada kesempatan lagi kita kembali memperbaikinya
Mari saudaraku,
mumpung masih ada waktu
mumpung masih ada kesempatan
jangan sampai menyesal.....
Mudah2an kita tergolong orang yang mati dalam keadaan ISLAM , khusnul khatimah. aamiin
ps: mengingatkan diri sendiri, ayoo din, semangat².