Deg...., deg ...., jantungku terasa berdetak sangat kencang. Kubuka lebar-lebar mataku untuk melihat jelas strip yang terpampang di uji test kehamilan. satu detik, dua detik , jrenggg yang terlihat hanya satu strip, seketika tubuhku terasa lunglai. Sabar-sabar, mungkin belum waktunya, itulah yang seringkali suami katakan padaku. Mi, kerjanya jangan terlalu berat, terus itu kalo jalan, jangan kaya mobil yang mau nabrak orang, he2. Ah abi, umi kan ga gitu, seruku pada suamiku. Sudah 5 bulan kami menikah, tapi belum juga mendapat momongan. Seringkali orang menanyakan "Udah isi blum?" atau " udah berapa anaknya ?" , Hu uh , rasanya kuping ini panas. Waktu belum nikah, orang banyak bertanya " Kapan nikah ?" . Hu uh , kaya ga ada kerjaan.
Aku mencoba menuruti saran suamiku dengan sedikit mengurangi jadwal ku, yang terbilang super sibuk kata orang, tapi aku menikmati kesibukanku sebagai guru SDIT. Profesiku sebagai guru SDIT , yang sering kali berinteraksi dengan anak kecil, membuatku sangat menginginkan anak sendiri. Profesiku yang lain adalah Privat IQRO dengan langsung berkunjung ke rumah anak didik yang bisa ada di lokasi terpencil.
Banyak teman dan saudara yang menyarankan banyak hal, supaya keinginanku mendapatkan momongan terwujud, mulai dari menyarankan makan buah-buahan, terapi hormon, jamu, dll, tapi dari semua itu yang paling bagus adalah dengan memperbanyak shalat tahajud.
Kulalui hari dengan berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada Allah. Hanya Allah yang mengetahui kapan kami mendapatkan amanah seorang anak. Suatu ketika suamiku berkata " Mi, kalau pun kita belum mendapatkan anak, insyaAllah banyak anak-anak lain yang membutuhkan kasih sayang kita dan pertolongan kita ". Ah suamiku, engkau benar, tapi tak tahukah engkau, belum sempurna seorang wanita, jika belum mendapat anak sendiri. Ya Allah tiada daya dan upaya kecuali atas pertolonganMu.
Sebulan sudah kulalui dan bulan ini saya telat 2 minggu dan dengan hati yang berdebar-debar, kuperhatikan sekali lagi alat tes uji kehamilan itu, Bismillah..., jrengggg, dua strip , hatiku membuncah senang. Abiiii, teriakku . Alhamdulillah, positif. Kami berdua pun sujud syukur atas karuniaNya. Ya Allah mudah2an kami tidak menyianyiakan amanah yang telah engkau berikan kepada kami, mudah2an kami bisa mendidik, mengarahkan, dan mengajarkan untuk mengenal-Mu.
NB: mba doakan saya supaya cepat menyusul yah ;)
Posted at 10:38 am by dina
 | Posted by andhiena @ 08/09/2006 02:46 PM PDT |  |
Assalaamu'alaikum Teh Dina...
selamat ya...=) |
 |