.:ANGGOTA DARI :.


.: PROFILE :.

Dina dari Bandung
Mahasiswa & Karyawan
ID Ym /friendster : dina043

.: SilaturahiM :.












Monday, June 26, 2006
-Pantaskah Kita Sombong??-

Amati ketiga gambar tersebut, dimanakah posisi kita?? Subhannallah, Bumi apabila dibandingkan dengan matahari, ukurannya sangat kecil sebesar titik dan kita sebagai penduduk bumi pasti lebih kecil lagi. Dan pantaskah kita menyombongkan diri.....


Posted at 09:40 am by dina
Comments (8)  

Friday, June 23, 2006
Bandung Tempo Dulu VS Bandung Sekarang

Baheula Bandung teh katelah Paris Van Java, Bandung Kota Kembang (Tempo dulu Bandung dijuluki Paris Van Java, Bandung Kota Kembang) . Bandung yang sejuk udaranya, ramah penduduknya dan terkenal dengan objek wisatanya seperti Gunung tangkuban perahu. Tak lupa juga makanan khas Bandung yang terkenal peuyem Bandung, Colenak, es lilin, dll. Ketika orang-orang berkunjung ke Bandung, hal pertama yang diucapkan atau terpampang di gapura adalah "Wilujeng Sumping Ka Bandung ( Selamat Datang di Bandung) ". Berbicara mengenai kebersihan, tempo dulu Bandung terpelihara kebersihannya, sampah-sampah diangkut dengan alat angkut seperti becak sekarang ini dan mobil sampah berpenutup pada ruang sampahnya (1930-an). Perawatan jalan-jalan dilakukan secara berkesinambungan, walaupun peralatanya sederhana menurut kaca mata teknologi sekarang. Tidak ada jalan yang berlubang sehingga nyaman di lalui. 

VERSUS

Bandung sekarang ada yang menjuluki Rubbish Van Java, sungguh sangat memilukan karena sampah ada dimana-mana, bahkan satu-satunya di dunia , orang meninggal dunia karena banjir sampah. Pemerintah kota Bandung berusaha menangganinya sampai sekarang, sejauh ini menurut berita di Radio sudah rampung 95 %. Sejumlah masyarakat telah memunculkan ide-ide kreatif untuk menanggulangi sampah ini. "Wilujeng sumping " pun sekarang telah berubah menjadi  "Wilujeng Shopping" karena Bandung sekarang terkenal dengan FO ( Factory Outlet ) yang tersebar dimana-mana.  Udara Bandung pun sekarang menjadi panas, karena jumlah kendaraan yang semakin meningkat, dan penduduk yang kian bertambah.

Bandungku Sayang, Bandungku Malang


Posted at 10:01 am by dina
Comments (12)  

Wednesday, June 21, 2006
-Dua Strip-

Deg...., deg ...., jantungku terasa berdetak sangat kencang. Kubuka lebar-lebar mataku untuk melihat jelas strip yang terpampang di uji test kehamilan. satu detik, dua detik , jrenggg yang terlihat hanya satu strip, seketika tubuhku terasa lunglai. Sabar-sabar, mungkin belum waktunya, itulah yang seringkali suami katakan padaku. Mi, kerjanya jangan terlalu berat, terus itu kalo jalan, jangan kaya mobil yang mau nabrak orang, he2. Ah abi, umi kan ga gitu, seruku pada suamiku. Sudah 5 bulan kami menikah, tapi belum juga mendapat momongan. Seringkali orang menanyakan "Udah isi blum?" atau " udah berapa anaknya ?" , Hu uh , rasanya kuping ini panas. Waktu belum nikah, orang banyak bertanya " Kapan nikah ?" . Hu uh , kaya ga ada kerjaan.

Aku mencoba menuruti saran suamiku dengan sedikit mengurangi jadwal ku, yang terbilang super sibuk kata orang, tapi aku menikmati kesibukanku sebagai guru SDIT. Profesiku sebagai guru SDIT , yang sering kali berinteraksi dengan anak kecil, membuatku sangat menginginkan anak sendiri. Profesiku yang lain adalah Privat  IQRO dengan langsung berkunjung ke rumah anak didik yang bisa ada di lokasi terpencil.

Banyak teman dan saudara yang menyarankan banyak hal, supaya keinginanku mendapatkan momongan terwujud, mulai dari menyarankan makan buah-buahan, terapi hormon, jamu, dll, tapi dari semua itu yang paling bagus adalah dengan memperbanyak shalat tahajud.

Kulalui hari dengan berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada Allah. Hanya Allah yang mengetahui kapan kami mendapatkan amanah seorang anak. Suatu ketika suamiku berkata " Mi, kalau pun kita belum mendapatkan anak, insyaAllah banyak anak-anak lain yang membutuhkan kasih sayang kita dan pertolongan kita ". Ah suamiku, engkau benar, tapi tak tahukah engkau, belum sempurna seorang wanita, jika belum mendapat anak sendiri. Ya Allah tiada daya dan upaya kecuali atas pertolonganMu.

Sebulan sudah kulalui dan bulan ini saya telat 2 minggu dan dengan hati yang berdebar-debar, kuperhatikan sekali lagi alat tes uji kehamilan itu, Bismillah..., jrengggg, dua strip , hatiku membuncah senang. Abiiii, teriakku . Alhamdulillah, positif. Kami berdua pun sujud syukur atas karuniaNya. Ya Allah mudah2an kami tidak menyianyiakan amanah yang telah engkau berikan kepada kami, mudah2an kami bisa mendidik, mengarahkan, dan mengajarkan untuk mengenal-Mu.

NB: mba doakan saya supaya cepat menyusul yah ;)


Posted at 10:38 am by dina
Comment (1)  

-Kematian-

" Setiap yang bernyawa, pasti akan merasakan mati" . 

Berbagai musibah telah menimpa negeri ini, mulai dengan adanya tsunami di aceh, gunung meletus, gempa di yogya dan jateng, dan masih banyak musibah lainnya. Dibalik semua itu, ada kematian yang menghadang. Kematian datang, tanpa kita tau kapan akan menjemput kita. Dan tahukah sahabat, kenapa Allah merahasiakan tentang mati?? seorang teman mengirimkan FILE ini.

Sahabat, kalo ingat kuliah, ketika kita mendapat nilai jelek, kita bisa memperbaikinya dengan mengulang tahun depan atau mengikuti semester pendek, tapi kalo kita sudah mendapat nilai jelek ketika di hisab di akherat, kita tidak bisa untuk memperbaikinya dengan jalan kembali ke dunia.

Sahabat ingatlah bahwa kita adalah seorang pengembara yang sementara singgah di dunia ini. Singgah untuk mendapatkan bekal perjalanan menuju tujuan berikutnya. Tapi kadang kala kita terlena dengan kehidupan dunia sehingga lupa untuk mencari bekal. dan ketika kematian datang, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Sahabat, berbekallah....

 


Posted at 08:55 am by dina
Diantos komentarna  

Tuesday, June 20, 2006
-Demam Sepakbola-

Dari mulai anak kecil, ibu-ibu, bapa-bapa,kakek dan nenek ( hehe, siapa yang belum disebutkan, ngacung ) semuanya pada ngomongin sepakbola. Tak terkecuali di kantor pun kena "demamnya". Ada topik menarik mengenai "demam" ini, salah seorang staff di kantor kami menulis di forum diskusi tentang :

DIALOG SUAMI SHOLEH DAN ISTRI SHOLEHAH MENJELANG NONTON PIALA DUNIA 2006

Suami : Mah, malam ini aku tidak bisa menemani "tidur" ,,,,,,,,, sorry ya, mah .... I love you. Tapi bila mamah "ingin", aku "stand by" menunggu dan siap "mijit" mamah .....

Istri : Pah, terima kasih tidak "ngganggu" aku tidur. Aku pun "siap" bila papah "perlu" mamah malam ini. Sayang, aku sudah siapkan tadi untuk "nonton bareng" : aneka kripik, pisang dan ketela serta kacang, rebus, kopi/teh gula, supermi rebus kesukaan papah, juga uang receh kalau-kalau ingin beli nasi goreng di luar. Tapi Ingat pah, besok tetap "ngantor", khan sayang ??? ....

Suami : Ya sayang, aku tetap "ngantor" .... "bangunin" aku ya, jika ketiduran .....

Istri : Ya Pah, bukankah kita biasa saling membangunkan untuk Sholat Malam ........ Nanti Allah "cemburu" kepada kita, gara-gara Piala Dunia. Bukankah begitu, sayang????

Suami : Mamah memang istri sholehah ....... Aku sangat sayang mamah .....

Istri : Papah juga suami sholeh. Aku sayang Papah juga ....

Begitulah Suami dan Istri Sholeh menyikapi demam Piala Dunia 2006 di Jerman.
"Ya Allah datangkanlah kebahagian di dunia, dan kebahagian di akhirat kelak. Amin."

Ah ... alangkah indahnya punya istri sholehah dan suami sholeh ....

Tanggapan dari temen-teman lain :

1. Bagusnya lagi dua-duanya suka nonton sepak bola apalagi Piala Dunia yang 4 tahun sekali....trus solat malamnya bareng...OK gak tuh??? Biasanya suka bablas tidur sampe pagi, sekarang gara-gara sepak bola bisa bangun jam 2 malam....he...he...he....Ada juga hikmahnya piala dunia, semoga mulai 10 Juli solt malamnya gak ketinggalan lagi..... ...

2. Idealnya begitu. Namun sesuatu yang ideal itu tidak ada, kecuali Sang Khaliq.
Ini sekedar mengingatkan bahwa sholat tahajud sebaiknya dilakukan bersama suami dan istri tanpa berjamaah .......... Namun bersama-sama .....
InsyaAllah Sang Khaliq lebih mencintai dan mendengar setiap permohonan hambanya ....
Hamba yang "kompak", "saling berkasih-sayang", "saling care", "saling menolong", saling "salingan ........... "
Sesuai Asmaul Husna : Ya Rohmaanu Ya Rahiim ... Wahai Yang Maha Kasih, Wahai yang Maha Sayang ......., Wahai yang Maha Memelihara, Wahai Yang Maha Penolong ..........

Setelah Sholat Tahajud, nonton bareng Football World Cup, setelah nonton FWC .... terserah keduanya ......... mau tidur ...... atau .............. ...

3. Kalo suaminya mihak Brazil, istrinya mihak Kroasia, gimana nih Pak? Bisa terganggu keluarga sakinahnya... :-) ...

4. Jika Brasil yang menang, maka Istri Sholehah akan memberi "sun" sayang kepada suaminya sebagai tanda ikut berbahagia atas kemenangan jagoannya.
Sebaliknya jika Kroasia yang menang, maka Suami Sholeh akan "mentraktir" makan Bakso dan Es Cendol ........ atau ..... "ngesun" sayang saja ..... atau kedua-duanya ...........

Ini namanya "Gambling of love" ..........

ada-ada aja yah.....


Posted at 04:57 pm by dina
Diantos komentarna  

-Perpisahan-

Tetot.....sebuah sms masuk kedalam inbok HP, ketika kubuka dan kubaca isinya " Jangan lupa pada hadir yah, dan bawa kado, insyaAllah ini pertemuan wada " . Deg, seketika hatiku seperti terkena himpitan batu. Termenung seketika mengingat kembali pertemuan-pertemuan dengan teman-temanku yang sepertinya baru kemarin saya mengenal mereka. Ah ,indahnya pertemuan itu. Kami layaknya seperti saudara, tapi kalau mengingat sebuah pepatah : ada pertemuan ada pula perpisahan. Yup, dalam kehidupan ini pun pepatah itu berlaku , ada kehidupan ada pula kematian.

Hari yang telah dijanjikan pun telah tiba, kami semua menunduk sedih, ada apa gerangan sehingga kami dipisahkan. Tiba-tiba terdengar suara lembut, menyadarkan renungan kami, " Adik-adikku sekalian, seperti yang kalian tahu, hari ini adalah pertemuan terakhir, sebelumnya teteh minta maaf, apabila selama ini kurang memperhatikan adik-adik semua, ato mungkin ada kata-kata yang menyakiti hati.Teteh bukannya tidak memperhatikan adik-adik, tapi teteh berharap jangan sampai kita itu hanya mau menerima, tapi kita juga harus memberi, dan perpisahan ini bukanlah akhir dari ukhuwah kita. InsyaAllah di tempat yang baru, kalian semua bisa mendapatkan semangat baru dalam berdakwah ". Sebelumnya teteh pingin membacakan tausyiah buat kita semua.

AKU RINDU ZAMAN ITU…


Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan
dan hujatan.
Aku rindu zaman ketika tsiqoh adalah kekuatan, bukan kecurigaan dan
keraguan.
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan, bukan su'uzhon
atau menjatuhkan.

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk dakwah
ini.
Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan.
Aku rindu zaman ketika hadir liqo' adalah kerinduan , dan terlambat
adalah kelalaian.

Aku rindu zaman ketika ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi
dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas.
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah.

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo' selalu membawa uang infaq,
alat tulis, buku catatan, dan Qur'an terjemah di tambah sedikit
hafalan.
Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tidak bisa
hadir liqo'.

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk
mendapat berita kumpul subuh harinya.
Aku rindu zaman ketika ikhwah berangkat liqo' dengan ongkos jatah
belanja esok hari untuk keluarganya.

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat,
mutarobbi patungan mengumpulkan dana apa adanya.
Aku rindu zaman itu…
Aku rindu suasana itu…
Aku rindu nuansa itu…
Aku rindu…rinduuu sekali.

Hiks, hiks, terdengar isak tangis dari ku dan teman-temanku sekalian. Ya Allah betapa kami belum seberapanya dibandingkan dengan pendahulu-pendahulu kami. Ya Allah ampuni kelalaian kami selama ini.

Sebagai penutup pertemuan ini, mari kita baca doa Robithoh.

NB: Buat teman-temanku , jangan lupa kirim2 undangannya ;)


Posted at 03:27 pm by dina
Comments (3)  

Next Page